Halal Bi Halal KBBKT, Momemntum Kebangkitan Orang Banjar Di Kaltim.
Momentum Halal bi Halal KBBKT (Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur) yang akan digelar hari sabtu 6 Juli 2019 nanti, tampaknya akan menjadi momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga keturunan suku Banjar yang ada di Kaltim khususnya yang berdomisili di kota Samarinda.
Hal ini ditunjukan dengan antusiasme masyarakat suku Banjar yang terlihat baik di dunia maya maupun dunia nyata. Di mulai dengan “unjuk kekuatan” yang dilakukan KBBKT pada saat bencana Banjir beberapa waktu lalu masyarakat Banjar merasa melihat sebuah ikon yang mewakili diri mereka. Sebagai salah satu suku ‘utama’ yang mendiami Samarinda sejak dulu kala, kehadiran lambang dan spanduk KBBKT ditambah relawan yang terlihat jelas di lokasi bencana menjadi semacam pengobat kerinduan masyarakat suku Banjar akan kesadaran pada eksistensi sukunya di kota Tepian ini.
Bagaimana tidak, jika suku-suku lain begitu sering menggelar kegiatan yang membawa identitas etnis mereka, selama ini suku Banjar yang bahasanya sudah menjadi bahasa urang Samarinda ini serasa tidak memiliki induk. Lama identitas suku banjar sebagai sebuah kelompok yang terorganisir tidak kedengaran suaranya dan tidak terlihat batang hidungnya.
Eksistensi orang banjar sebagai individu di masyarakat memang sangat tampak, namun sebagai sebuah komunal yang “rakat pakat” dan bergerak bersama secara sosial hampir tidak tampak. Kalaupun ada hanya kegiatan kecil oleh elemen-elemen kecil paguyuban. Itupun kurang eskpos. Berbeda dengan suku-suku lain yang terlihat memiliki even-even besar. Apalagi bila kita bandingkan dengan saudara kita dari suku luar pulau seperti Jawa, mereka begitu aktif dengan aneka kegiatannya yang bersifat publik. Sering sekali kita melihat spanduk iklan pagelaran wayang kulit dengan dalang terkenal dari Jawa, tapi jarang bahkan hampir tidak pernah kita melihat spanduk acara madihin, mamanda, musik panting, dan budaya banjar lainnya.
Nah, semenjak digelarnya silaturahmi bubuhan Banjar di hotel Mesra beberapa bulan lalu, disusul dengan penyelenggaran Musyawarah Wilayah KBBKT di Sangatta Kutai Timur, geliat orang Banjar di bumi Etam ini begitu terasa. Tokoh-tokoh Banjar yang selama ini merasa gelisah melihat ke vakuman organisasi orang Banjar di daerah ini bertemu dengan semangat para anak muda suku Banjar yang secara sosial sebenarnya telah eksis di berbagai bidang. Maka bagai gayung bersambut, kebangkitan bubuhan Banjar di Kalimantan Timur terlihat begitu bergairah.
Apalagi dengan terjun langsungnya banyak tokoh Banjar yang salah satunya adalah H. Ismunandar (Bupati Kutai Timur), gerakan anak muda dan kaum tua ini terfasilitasi dengan baik. Bahkan Ismunandar, merelakan sebagian waktunya untuk mengurusi dan menyalurkan sendiri semangat bubuhan banjar ini. Padahal ia sendiri memiliki kesibukan yang sangat tinggi sebagai seorang kepala daerah . Ia didaulat memimpin KBBKT, organisasi orang banjar se Kalimantan Timur ini.
Insya Allah, momentum Halal bi Halal yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu 6 Juli 2019 nanti, bukan sekedar momentum romantisme terobatinya rindu menggebu bubuhan Banjar untuk miliki wadah yang menyatukan mereka, tapi lebih jauh dari itu menjadi awal kebangkitan orang-orang Banjar dalam berpartisipasi membangun Kalimantan Timur, bahkan Indonesia.
Walau masih terlalu dini bicara ini, namun rasanya tidak mustahil bila semangat kerinduan suku Banjar ini akan mengkristal hingga ke monentum pemilihan kepala daerah, baik tingkat kabupaten-kota maupun provinsi Kalimantan Timur.
Kenapa tidak? Faktanya bubuhan Banjar memiliki SDM yang tidak kalah dengan suku lain, baik suku asli Kalimantan maupun suku pendatang. Bahkan sejarah menorehkan catatannya dengan tinta emas tentang betapa banyaknya peran serta rokoh Banjar dalam pembangunan ekonomi, politik dan agama di daerah ini.
Mulai dari kiyai-kiyai (ulama) di Samarinda yang banyak sekali diantaranya adalah berasal dari suku Banjar, pengusaha, hingga kepala daerah yang sudah memimpin daerah ini dengan prestasi gemilang. Jadi, kalau memang dikoordinir dan diorganisasikan dengan baik, kebangkitan dan kiprah politik suku Banjar di Kalimantan Timur bukan hal yang sulit untuk menjadi besar.
Sekarang tinggal bagaimana kepengurusan KBBKT yang akan dikukuhkan nanti bisa merangkul semua potensi orang banjar dan mengelola organisasi secara baik. Di bawah kepemimpinan seorang H Ismunandar, rasanya harapan itu akan bisa terwujud. Apalagi kepengurusan ini didukung mayoritas tokoh masyarakat suku Banjar yang ada di daerah ini. Mungkin ada sebagian tokoh yang belum sejalan, namun itu insya Allah akan bisa diatasi dan disatukan dengan pendekatan yang persuasif dan penuh rasa kekeluargaan. Dan gaya santun, persuasif serta penuh kekeluargaan ini tampak sekali ada pada karakter H. Ismunandar.
Semoga acara Halal bi Halal dan Pengukuhan kepengurusan KBBKT (Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur) yang akan digelar nanti berjalan lancar dan aman, dan selanjutnya bisa menjadi RUMAH BESAR orang Banjar yang ada di Kalimantan Timur. Semoga ini menjadi momentum persatuan bubuhan Banjar yang ada di bumi etam ini untuk lebih memaksimalkan peran sertanya dalam pembangunan daerah dan bangsa Indonesia… Aamiin. (Kbbkt-As)
